Jumat, 11 Mei 2012

Kenaikan BBM

   Kenaikan bbm hendaknya disikapi dengan cermat disatu sisi dengan menaikan harga bbm yang bersubsidi maka pemerintah dapat mengehemat anggaran, tapi disisi lainnya menaikan harga bbm bersubsidi diibaratkan mempersulit hidup rakyat karena jika bbm naik maka harga pokok juga pasti akan naik. Tetapi pemenritah pada akhirrnya menyatakan menunda untuk menaikan bbm bersubsidi. Jika dilihat dari kata menunda maka kenaikan bbm bukan dibatalkan hanya diundur untuk jangka waktu yang belum bisa dipastikan.
   Sebenarnya opsi untuk menaikan bbm bersubsidi bukanlah pilihan yang salah karena secara langsung akan membatu perekonomian negara dan juga seringkali bbm bersubsidi bisa dibilang salah sasaran karena masih banyak pengguna kendaraan mewah yang menggunakan bbm bersubsidi yang harusnya diperuntukan untuk golongan yang kurang mampu.Pemerintah baru2 ini mengatakan rencana akan ada pembatasan bbm bersubsidi berdsarkan kapasitas cylinder suatu mobil, saya menilai cara pembatasan berdasarkan kapasitas tersebut sangatlah tidak efektif karena cara ini dikhawatirkan akan menyebabkan orang-orang kaya berbondong bondong membeli mobil dengan kapasitas cylinder yang diperbolehkan menggunakan bbm bersubsidi, lagipula kapasitas cylinder tidak selamanya menjadikan tolak ukur apakah mobil itu dimiliki orang mampu ataupun tidak . walapun rata2 mobil mewah memang mengusung kapasitas cylinder yang besar diatas 1500cc batas kapasitas yang direncanakan oleh pemerintah untuk kendaraan yang dapat menggunakan bbm bersubsidi.
   Jika dilihat dari banyaknya pengguna mobil mewah menggunakan bbm bersubsidi bisa disebabkan karena besarnya rentang harga antara bbm bersubsidi dan bbm non subsidi, rentang harganya hampir 100%.  Tetapi bagaimanana pun juga harusnya hal tersebut tidak menjadikan alasan untuk orang kaya untuk menggunakan bbm bersubsidi yang harusnya dinikmati oleh rakyat kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar