Jumat, 23 Maret 2012

Pengertian SoftSkill

    Softskill dapat diartikan sebagai kemampuan berhubungan,berinteraksi dengan orang lain dan juga ketrampilan mengatur dirinya sendiri dan juga mampu untuk unjuk kerja secara maksimal
 
    Jika ada pertanyaan yang menanyakan "mana yang lebih penting hardskill atau softskill ??" saya akan menjawab keduanya penting.Karena setiap profesi menuntut adanya kemampuan hardskill yang memadai tetapi softskill juga kemampuan yang wajib dimiliki dan pada kenyataanya banyak orang yang memiliki kemampuan softskill dan hardskill yang berimbang.

   Seseorang dengan hardskill yang sangat baik dan mempunyai softskill yang buruk akan tidak terlalu  berguna jika orang tersebut bekerja sebagai team .karena itu anatara softskill dan hardskill mesti berimbang
contohnya begini ada dua pilot yang mengendalikan pesawat didalam disetiap penerbangan komersial jika kedua pilot tersebut tidak bekerja sama,berkomunikasi satu sama lain,walaupun keduanya mempunyai jam terbang yang tinggi hal tersebut dapat menjadi berbahaya.Oleh karena itu softskill juga mempunyai peran penting disamping hardskill

Senin, 19 Maret 2012

Geliat Mobil Esemka

     Esemka belakangan hangat dibicarakan diberbagai media elektronik maupun cetak.Terlebih setelah walikota solo memutuskan meggunakannya untuk mobil dinasnya.Esemka sendiri adalah mobnas(mobil nasional) hasil karya dari siswa smk negeri 2 solo.

     Sebenarnya jika kita liat kebelakang esemka bukanlah mobnas(mobil nasional) pertama yg hadir di Indonesia.Pada pertengahan 90an kita akrab dengan mobil timor yang  dimaksudkan menjadi mobil nasional seperti halnya proton di Malaysia.Nama Timor sendiri adalah kepanjangan dari teknologi industri mobil rakyat.Sayangnya ternyata timor bukanlah asli buatan Indonesia karena timor sendiri adalah mobil buatan kia motor korea yang dirakit di Indonesia.

     Berbeda dengan timor yg notabene merupakan "proyek" dari pemerintahan orde baru esemka hadir dari murni kreatifitas dari siswa smk dibawah bimbinggan sukiyat.Tentunya kita banyak berharap dengan adanya mobil esemka ini.Dari sisi teknologi sebenarnya mobil esemka tidaklah jauh berbeda dengan mobil-mobil buatan luar negri.Tapi nampaknya jalan untuk menjadikannya mobnas yg terproduksi massal masih sangat panjang menggingat esemka rajawali yang gagal dalam uji emisi beberapa waktu lalu.Dan hendaknya mobil esemka dijadikan titik balik kebangkitan industri otomotif yang pada saat ini didominasi oleh pihak asing.


Minggu, 11 Maret 2012

Tugas 3 Bahasa Indonesia 2: Kesalahan Penalaran

Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia  untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada  sehingga  sampai  pada  suatu simpulan.
Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.
Salah nalar ada dua macam:

1.      Salah nalar induktif, berupa :
a)      kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
b)      kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
c)      kesalahan analogi.

2.   Kesalahan deduktif dapat disebabkan :
a)      kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;
b)      kesalahan karena adanya term keempat;
c)      kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan
d)      kesalahan karena adanya 2 premis negatif.


Pengertian dan contoh salah nalar :
1.      Gagasan,
2.      pikiran,
3.      kepercayaan,
4.      simpulan yang salah, keliru, atau cacat.

Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya.

Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu. Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kesalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal.
Gagasan, pikiran, kepercayaan atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut sebagai salah nalar.

Berikut ini salah nalar yang berhubungan dengan induktif, yaitu :
A. Generelisasi terlalu luas
Contoh : perekonomian Indonesia sangat berkembang
B. Analogi yang salah
Contoh : ibu Yuni, seorang penjual batik, yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Lola seorang penjual batik, tentu dapat menjualya dengan harga terjangkau.

SUMBER

Tugas 2 Bahasa Indonesia 2: Metode Penalaran

Metode dalam Penalaran

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
1)Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jika dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika dipanaskan, logam memuai.
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

2)Metode deduktif 
Metode induktif adalah adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal padasuatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatukesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus
jenis penalaran deduktif :
-Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi ditarik suatu proposi baru (berupa konkulusi) macam-macam silogisme
-silogisme kategorial
-Silogisme hipotesis
-Silogime alternatif

SUMBER 1
SUMBER 2

Tugas 1 Bahasa Indonesia 2: Definisi Penalaran

PENGERTIAN PENALARAN SECARA UMUM

Penalaran
            Adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasiempirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yangsejenis juga akan terbentuk proposisi ± proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisiyang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yangsebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannyadiperlukan simbol.
           Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupakata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) danpenalaran menggunakan simbol berupa argumen.
             Argumenlah yang dapat menentukankebenaran konklusi dari premis.Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitasberpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan adapenalaran tanpa proposisi. Bersama ± sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akanterbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Ataudapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasildari rangkaian pengertian

sumber 1
sumber 2